Surat kepada Seta (www.dosengila.blogspot.com)
Oke. Fijn! Aku memang keterlaluan. Nou en? (bahasa inggrisnya adalah: so what?). Ya, memang pernah aku berjuang mati-matian namun tidak ada yang menghargai, malah kemudian dicaci-maki. Pernah pula berjuang sampai "kehabisan keringat dan darah" dan yang diberi kredit adalah orang lain. That’s life. Itu biasa "Jendral"! Terus kenapa dong aku marah-marah? Ya iyalah! Kau terus-terusan menanyakan kenapa aku marah-marah yang artinya kau tidak tahu juga kenapa aku marah-marah.
Oke, fijn! Aku beritahu kenapa aku marah-marah. Jawabnya adalah aku ini memang keterlaluan! Aku tidak mengerti perasaan wanita. Memang sih, selain kamu yang sok mengerti perasaan wanita, dah banyak wanita yang omong tentang itu. So? Aku salah memang aku salah. Nou en?
Satu lagi yang buat aku marah-marah adalah: aku ini egois kurang kerjaan dan tidak peduli ama anak-istri! Kenapa aku omong begitu: satu indikasi adalah aku menerima tawaran untuk memperpanjang "kehidupan aneh" ini hingga 4 tahun ke depan! Bagaimana mungkin mengesampingkan anak istri demi sesuatu yang tidak pasti? Btw, emang apa sih yang kucari sampai rela "menderita" begini. Hmppfff … Aku masih (atau sudah) 28 tahun. Itukah usia dimana kita harus memilih? Bisakah diputar kembali? Oh ya..ya…. sudah banyak orang yang aku kecewakan dalam usia 28 ini dan (ini berarti akan lebih banyak lagi atau) aku akan mencoba untuk mengerti orang lain. Tapi? Dimana sih hatiku? Teganya memilih untuk "menderita" dan juga membuat anak istriku jauh disana tanpa kudampingi. Apakah ini akan berdampak pada perkemabangan psikologisnya? Cukup ..sudah cukup. Aku tahu kau akan bilang, "ada Tuhan En, kau masih percaya Tuhan kan?" Dan jawabku cuma, "Amin."
Oke, fijn! Aku ngantuk. Aku mau tidur! Jangan ganggu aku.
Laan van Kronenburg 431, 11 November 2007, 20:28. Saat kesepian tiada teman diajak berbagi baik suka maupun duka, situasi yang mungkin akan berlanjut hingga 4 tahun ke depan. God, help me please.