Archive for April, 2007

Binguuuuung ….

Thursday, April 19th, 2007

Masih terkait dengan postingan sebelumnya yang berjudul "the team". Baru saja aku diskusi mengenai projectku dengan supervisor yang aku "tinggalkan". Setelah diskusi usai dia bertanya rencana masa depan nanti setelah menyelesaikan master. Aku jawab, "jikalau mungkin ya saya tertarik untuk melanjutkan ke PhD tapi tidak jauh dari keluarga". Wuaaa … si supervisor tercinta ini menawari daku untuk melanjutkan S3 di groupnya dan tetap bergabung di "the team" menangani semua data yang ada dan akan ada di Department Medicinal Chemistry untuk di-QSAR. Wuaaa… jadi bingung. Pengennya pulang dan menikmati hidup bersama istri tercinta dan mahasiswa2 yang imut-imut namun mendapat tawaran menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Dasar "orang sableng", karena ditawari maka aku mengajukan permintaan yang cukup "tinggi": diizinkan mengerjakan penelitian untuk s3 tersebut di Indonesia dengan sistem sandwich karena dengan kimia komputasi kan pada prinsipnya aku bisa mengerjakan dimana saja di era internet ini. Dia agak keberatan karena aku akan kehilangan meeting-meeting yang berharga dan agak berat diongkos. Namun dia akan mengusahakan. Opsi kedua: Kita mencari beasiswa dari Nuffic dengan support penuh dari dia sehingga join scholarship dengan tambahan dari VU namun tetap dengan sistem sandwich yang artinya aku tidak perlu fulltime di Belanda. Dia berpikir dan tertarik dengan ini namun butuh waktu. Opsi ketiga: Fulltime di Belanda tapi aku meminta salary yang cukup untuk mengajak istri dan pulang ke Indonesia setidaknya sekali dalam satu tahun selama lebih dari 2 bulan. Opsi ke-4: gak ada, alias pulang saja menikmati hidup di Indonesia.

Kita lihat saja nanti. Syukur kepada Allah.

Salam,

 

The Team

Wednesday, April 11th, 2007

Wuiiihhh, setelah enam bulan akhirnya www.dosengila.blogspot.com aku update, meskipun belum sempurna. Namun outline cerita panjang sudah disiapkan. Tunggu saja tanggal mainnya

Btw, kemarin akhirnya aku diskusi untuk "mengakhiri" penelitian dan beralih ke lab computational medicinal chemistry and toxicology. Supervisorku sepertinya agak kecewa, tapi mungkin itu hanya perasaanku saja. Bisa jadi dalam hatinya dia bersorak-sorak he..he..he.. Rencananya sih, aku penelitian utuh di lab design and synthesis selama 10 bulan (curi start November, mulai formal Desember), major 7 bulan dan extended major 3 bulan. Melihat "gejala" yang terjadi, sepertinya aku merasa jadi tukang QSAR, hanya menganalisis data dan mengusulkan senyawa.

Sebenarnya lumayan sih, sudah ada manuscript article yang akan disubmit (rencananya) ke J. Med. Chem., dan aku diberi fasilitas komputer dengan kekuatan yang luar biasa (sepertinya 100 kali lipat daripada komputer di ruang kerjaku di USD, yang tercepat pada saat itu) dan software yang sangat powerful bisa melakukan conformational analysis dan menyediakan perhitungan lebih dari 250 sifat fisikokimia dari senyawa yang dapat digunakan sebagai descriptors dalam QSAR. Sayangnya aku bosan jadi tukang QSAR, karena aku hanya melakukan penelitian seperti di Indonesia, bahkan mungkin bisa dikatakan sama. Analoginya mungkin demikian: di Indonesia aku jadi kernet bus, di Belanda aku jadi petugas check in di bandara. Kelebihan di sini antara lain adalah fasilitas yang tangguh, inhouse database yang up to date dan sangat mungkin melakukan external validation. Namun, orang lain yang lebih ahli yang mensintesis senyawa untuk external validation. Dan juga orang lain pula yang melakukan uji aktivitasnya. Suatu keuntungan karena aku bisa mencicipi teknologi tersebut, dan suatu kerugian karena aku mungkin hanya bisa bermimpi melanjutkan penelitian tersebut di Indonesia.

Ada dua alasan utama aku memilih pindah, pragmatis dan emosional (koq tidak ada yang rasional ya?).

Alasan pragmatis aku memilih pindah ke lab computational medicinal chemistry and toxicology untuk mengerjakan minor-ku instead of extended major adalah di lab tersebut aku (semoga) mempelajari hal baru dengan aplikasi-aplikasi gratisan. Aku berharap tetap bisa melanjutkan riset yang hanya 3 bulan nanti di Indonesia.

Kontrak keja my on-site supervisor yang selalu ada di sisiku saat melakukan riset, berakhir 1 July 2007 dan tidak diperpanjang lagi merupakan alasan emosional kepindahanku. Beliau sangat membantu dari hari ke hari, sangat tegas namun pengertian. Aku merasa juga merasa sedih dan kecewa mendengar keputusan dia tidak diperpanjang lagi.

Sesuai perhitunganku, saat itu aku sudah 7 bulan dan bisa dihitung sebagai major research project. Tujuh bulan di research group tersebut cukup membuat aku diizinkan nampang di http://www.few.vu.nl/~ideesch/team.html he..he..he..

Sudah ah…. ngantuk … Oh ya, ada sms dari rekan kerja yang juga kuliah di Belanda tepatnya di Groningen, mengatakan bahwa beliau pamit pulang ke Indo sebentar untuk kepentingan keluarga. Semoga Tuhan memberkati dan melancarkan semuanya.

Salam, Enade