Mencintai hingga terluka (refleksi seorang pecundang)
"Mencintai hingga terluka" merupakan terjemahan bebas dari "Love untill it hurts". Lengkapnya bisa dibaca di http://www.geocities.com/lauho08/love_until_it_hurts_by_mother_teresa.html
Btw, aku sendiri belum membacanya namun secara harafiah dari kutipan ini aku mencoba merefleksikan suatu peristiwa yang sederhana dan berdampak luar biasa, setidaknya bagi diriku ketika sebuah cinta menerpa diriku hingga aku tersimpuh dan tersedu.
Saat aku sedang limbung dan tak tahu arah aku selalu datang pada seseorang yang mencintaiku aku dengan tulus dan bersamanya aku merasa damai. Namun sering aku melupakan dia saat merasa tenang dan berada "di atas angin". Saat-saat itu lah aku sering keluar dari damai ini untuk mencoba meraih kedamaian lain (yang mungkin semu).
Minggu-minggu berat telah terlewati dan akhir-akhir ini adalah minggu-minggu ketika aku kembali untuk sebuah cinta yang lain, yang pernah diukir yang tidak sempurna. Cinta yang sempat menjanjikan padaku suatu damai yang melebihi yang kumiliki. Namun janji itu dibuat di atas ingkar, sehingga kemarin sampai sesaat yang lalu aku dibuat terseok-seok dan "terkapar".
Terima kasih pada Penulis Agung, hari ini dengan cara yang cukup keras ini, aku melihat dia, kekasihku yang sangat mengasihi aku merelakan hatinya terluka untuk sekedar mencoba memenuhi janji yang dibuat oleh "cinta yang lain". Dia mengasihiku sampai kasihnya padaku membuatnya terluka. Aku memang seorang pecundang dalam hal ini. Namun ini perlu ditulis di atas "prasasti" yang sering kuingkari sendiri (namun tidak untuk kali ini). Semoga ini menjadi tulisan terakhir mengenai hal ini … Semoga aku melangkah lebih maju ….
Dan semakin aku merenung, ternyata yang paling banyak "terluka" karena aku adalah orang-orang yang mencintai aku dan aku cintai. Sesaat yang lalu aku hanya bisa bersimpuh dan bergumam, "Tuhan ajarilah aku bahasa cintaMu"……
Salam damai,
Seorang "anak" yang belajar akan cinta dan mencintai
December 21st, 2006 at 6:59 am
pak en… ini pendapatku yah…
kalo mencintai seseorang mpe kita terluka itu tandanya kita bukan seorang pecundang. tapi kita adalah pemenang atas segala ego dan emosi diri kita sendiri sehingga kita membiarkan segala curah kasih mengucur dari guratan luka yang semakin perih seturut semakin cintanya kita kepada seseorang (n gagal.. hikz). walopun aku sadar ngalamin itu bakalan susah n skit bgt. tapi kalo udah bisa kita terima….. rasanya bakalan damai bgt n kita merasa hidup penuh makna. (based on true story)
December 21st, 2006 at 7:00 am
sorry pak. kalo pengejawantahan comment diatas rada keluar jalur gitu…… maap…maap…maap
December 21st, 2006 at 11:48 am
yup.. setuju dengan Gallaeh…
Hanya saja dicintai namun melukai … itu mungkin seorang pecundang …
May 3rd, 2008 at 6:17 am
hehehehehehe ada lg yang baru pak…. “mencintai namun melukai” piye hayo?????