Archive for September, 2006

Belajar … besok ujian …

Wednesday, September 27th, 2006

Waduh ….

Gak terasa sudah satu bulan kuliah dan besok ujian sisipan. Kayanya asyik deh mau ujian. Belajar dengan "keras" dan agak-agak tegang. Tapi prinsipku simple aja sih: dijalanin aja, toh dah belajar. Kalau gak lulus ya….. ngulang ….

Ah… ini mah hanya menenangkan diri sendiri …..

Merdeka!

Herbal Medicines

Monday, September 25th, 2006

Hari ini sungguh menyenangkan. Kuliah dengan semangat dan dilanjutkan simposium sampai malam (yang diikuti dengan sering menguap lebar) dan ditutup dengan minum anggur bareng peserta simposium.

Saat ini sepertinya aku sedang agak "melayang". Apakah ini efek anggur ya? Oh ya, ada yang menarik dalam cerita di kuliah tadi. Penemuan obat dalam industri hampir merupakan hal yang mekanik. Sintesis dan hal yang berbau "kimia" dan uji aktivitas awal (skrining) dilakukan secara mekanik menggunakan robot. Satu hari bisa puluhan hingga ratusan ribu molekul disintesis, dicek sifat fisikokimia dan diuji aktivitasnya. Sehingga diketahui semua data yang dapat digunakan sang peneliti (manusia, bukan robot) untuk memilih obat yang akan dikembangkan. Hal ini menggeser penelitian lebih fokus kepada penemuan target obat, yang "belum" dapat dilakukan secara mekanik.

Saat mendengar hal itu, aku terus bertanya dalam hati, "Apa yang bisa dilakukan Indonesia untuk berpartisipasi?" Pemilihan kata partisipasi dalam hal ini cenderung bahasa kooperatif, sehingga sengaja dihindari kata "bersaing".

Saat ini yang muncul dalam benakku adalah: Pasar. Jadi kita ‘hanya" sebagai pasar? Ternyata tidak juga, karena Indonesia bukan "pasar obat" yang baik. Konsumsi "obat modern" kita sangat rendah dibanding negara lain, bahkan Singapura (katanya seh ….). Namun pemikiran ini membawaku ke tempat lain: "herbal medicines". Akankah kita dapat berpartisipasi dengan menguasai dan mengeksplorasi bidang ini? Kelemahan dibanding obat modern yang mungkin disintesis oleh robot adalah selektivitas. Obat herbal tidak memiliki kemampuan menyembuhkan dengan cepat dan sering tidak selektif karena minimnya informasi yang dimiliki, baik isi maupun interaksi dengan reseptor dsb…dsb yang terkait dengan selektivitas. Namun kelemahan ini dapat diubah menjadi kekuatan ketika fokus pengembangan obat herbal bukan pada penyembuhan tapi pencegahan dan pemeliharaan.

Kemudian aku teringat pada seorang Guruku yang menderita sakit hati (bukan sakit "hati"). Obat modern yang diberikan oleh dokter tidak sanggup menurunkan indikasi penyakit apalagi menyembuhkan. Lalu beliau teringat pada penelitiannya tentang kurkumin dan mulai mengkonsumsi "sampah" (karena ada pakar yang menyebut ini "sampah) yang mengandung kurkumin. Alhasil kondisinya membaik dan normal kembali.

Lalu apa yang bisa kita lakukan: buka kembali "serat-serat" karya pujangga kuno (bukan serat dari Vegeta dll lho) dan cari apakah ada tanaman berkhasiat di dalamnya; cari literatur lain dan mengumpulkan database yang sudah ada; dilakukan formulasi dengan data-data empiris yang tersedia mengenai cara penggunaan dsb… dsb… untuk menentukan dosis yang sesuai dan sebagai upaya untuk membuat obat herbal menjadi "minimal" enak dikonsumsi (jika ternyata tidak berkhasiat) dan yang paling penting: uji keamanan dan jika aman biarkan pasar yang menentukan apakah ini berkhasiat atau tidak. Karena untuk mendapatkan bukti ini butuh waktu yang pasti lama …….

Mungkin gak ya ….. Suatu saat nanti di Indonesia dan belahan dunia lain tersedia minuman dan makanan dengan komposisi obat herbal untuk orang dengan lifestyle tertentu. Misal: pekerja keras dari pagi hingga malam sehingga makanan dan minumannya sudah mencegah dia dari kelelahan, stress, penyakit hati, kanker dll ….. Kalau tidak salah ini merupakan kerja interdisipliner yang menarik minimal oleh teman-teman di farmakologi-toksikologi untuk memberi bukti awal bahwa campuran "sampah" yang berkhasiat namun tidak toksik; teman-teman di formulasi untuk mengubah "sampah" menjadi sediaan yang (minimal) enak; teman-teman di farmasi klinik-komunitas untuk menyediakan dan melakukan penyelidikan sehingga "sampah enak" tadi memiliki evidence untuk digunakan sebagai pencegahan maupun perlindungan/pemulihan. Kemana biologi dan kimia? Peran utama adalah membantu setiap tahapan proses tersebut standart secara biologi maupun kimia selain membantu dalam eksplorasi. Apakah perlu sintesis senyawa berpotensi sebagi obat baru? Emmmmmmmm …….. sulit dijawab, karena itu bisa digantikan robot, lebih baik mengalihkan perhatian ke tempat lain. Tapi sebagai hobi atau pendidikan bolehlah ….

Semoga suatu saat kalau ke restoran, pesan makanannya bisa demikian: "Saya minta sop kepiting sebagai pembuka dengan kuah anti kolesterol, sate ayam jangan lupa bumbu kacangnya yang antioksidan, minumnya jus apel anti obesitas …."

Ah …. malam semakin larut. Aku mau tidur dulu untuk bangun pagi supaya bisa baca materi kuliah sebelum berangkat ke kelas besok.

Organic Chemistry, here I am ….

Friday, September 15th, 2006

Sepertinya aku sudah bisa "beresonansi" dan dalam keadaan "strain free" setelah dapat fotokopi beberapa Bab dari buku yang dipakai sang Professor. Dan setelah semua diminta maju memang mata kuliah tersebut mata kuliah sulit, tidak ada satupun yang bisa menjawab dengan "sempurna". Jadi agak lega. Dan kaya’nya memang ada gap dengan molecular orbital theory yang tidak (belum) pernah kita pelajari. Hampir semua ambil bagian dalam kelas tambahan yang akan dimulai hari Rabu minggu depan.

Memang harus baca buku baru bisa mengikuti jalur cerita sang Professor yang "gila" itu. Kenapa "gila"? Seringkali ketika membahas satu permasalahan, dia cerita penelitian dia menngenai sintesis suatu senyawa terkait masalah yang sedang dibahas. Ada yang bertanya, "Why did you synthesize the compounds? Were those profitable compounds?" Jawabnya, "No, I just wanted to know and to show that the compound could be synthesized. So, the theory that we are learning now is experimentally aproved."

Gubraaaak

Aku harus bilang apa coba? Kalau dulu aku harus "mereka-reka" aktivitas farmakologi suatu senyawa yang aku usulkan untuk disintesis, meskipun sampai sekarang belum ada satupun yang diuji aktivitas kecuali yang kerjasama dengan UGM. eh … Professor ini penelitian "hanya" untuk menunjukkan bahwa suatu teori "keliru" sehingga ketemu yang "tidak keliru".

Sepertinya aku kembali beresonansi dengan kimia organik lagi nih ….

Merdeka …

Borrel

Thursday, September 14th, 2006

Aku belum pernah merindukan kampung halamanku seperti saat ini. Serasa tidak punya tenaga dan semangat untuk melakukan apapun jua. Kuliah tadi pun hampir tertidur kalau tidak duduk disamping ce’ Swedia yang cantik.

Untung, aku mendapat teman orang Belanda untuk berbagi cerita. Dia (pernah) kerja di sebuah perusahaan dimana Organon merupakan anak cabang perusahaan itu. Dia sharing begitu beratnya kuliah setlah 10 tahun bekerja. Sedangkan aku sharing begitu beratnya kuliah di negeri orang, jauh dari sanak saudara. Eh, dia lalu mengajak ke perpus untuk cari peta dan menunjukkan rumah kami masing-masing dan bercerita tentang kampung halaman masing-masing. Lalu aku bercerita tentang mimpiku untuk sekolah di luar negeri dan kalau aku pulang karena "homesick" ini berarti aku berkhianat terhadap cita-citaku. Lalu dia mengajakku ikut "borrel", sosialisasi ala Belanda dengan minum-minum yang diselenggarakan semacam BEM-nya Fakultas kami. Dia lalu cerita tentang cita-citanya. Sangat sederhana, punya istri dan anak serta hidup damai sejahtera. Namun dia tidak berminat kutawari hidup damai sejahtera di Indonesia. Dia begitu cinta pada Belanda, namun dia berminat punya istri orang Indonesia yang mau diajak hidup di Belanda.

Kami pun harus pulang karena ada pe-er yang harus dikerjakan. Dan aku … kesepian lagi …. Gak semangat tuh … mengerjakan pe-er …

It’s too simple …

Tuesday, September 12th, 2006

Gubraaaak …….

Hampir tersedak dan terpelanting terus membanting diri dan menutup wajah lalu pergi ke Schiphol beli ticket pertama penerbangan ke Indonesia, dan teriak aku pulaaaaaaaangggg (mode: Sheila on 7).

Ha….ha….ha…. aku dah memasuki fase "home sick" berat pasti saat ini. Tahu gak sih, apa yang bikin aku semakin mengkerut ….? Begini ceritanya: Tadi pagi setelah selesai kuliah Physical Organic Chemistry (POC), aku menghadap Professor yang jadi koordinator mata kuliah tersebut dan mengatakan kesulitanku "menghadapi" kuliah POC terutama terkait Molecular Orbital Theory.

"What’s your background?", sang Professor tersebut bertanya.

"BSc in Pharmacy."

"O.., you should have got the theory in your Organic Chemistry course."

"But I still find difficulties to understand the theory, and this is the basic theory that I have to master so I can understand the POC course."

"What was the book you used in you Organic Chemistry when you took your BSc?"

"McMurry’s"

"Ehm, Its TOO SIMPLE!"

Dieeeeeng, gubraaaak……

Itulah cerita yang semakin membuat aku ingin pulang. McMurry’s di Indonesia sudah jadi Buku Hebat dan di sini jadi "too simple". Ha…ha…ha….. Ah tidak juga. Yang membuat aku ingin pulang pasti bukan hanya itu: yang jelas aku rindu pada saat makan malam yang sering dimulai dengan perdebatan seru dan diakhiri dengan kecupan mesra, dan pada saat bangun tidur ketika kutemukan bibir yang tersenyum manis dan mengecupku lalu mengatakan "I love you."

Hikks….hikks….hikks….

Oh ya, akhirnya setelah disarankan belajar lebih keras (iyalah semua dosen juga pasti akan menyarankan itu), beliau juga akan mengatur kelas tambahan untukku dan beberapa teman yang latar belakangnya bukan kimia murni.

Tuhan beserta kita, sekarang dan selama-lamanya.

BMW: Bodi menipu wajah ….

Friday, September 8th, 2006

*******

Saat ini aku sangat kesepian. Week end sendiri belum tahu mau kemana. Dan yang bikin aku lebih "kesepian" adalah ….. ternyata prediksi yang kutulis di blog kemarin kurang tepat.

Hari ini aku merasakan "kimia organik tuh susah ya……..". Bayangkan! Dari lima soal latihan yang diberikan aku hanya bisa mengerjakan tiga yang benar cuma satu. Dan pas dosennya menerangkan di kelas, cuma aku deh kayanya yang gak dong….. Ternyata pertemuan pertama kemarin "menipu". Ketika "melihat dari jauh" dan menebak dari "body"nya kuliah Physical Organic Chemistry sepertinya aku dah paham apa materi kuliah ini. Ikatan kimia dst…dst…. Ternyata itu cuman hari pertama. Pertemuan kedua, masih ikatan kimia tapi dengan teori terbaru ("cuman" Molecular Orbital Theory sihhhhh) dan lebih dalam ………… Gubrak…….apaan tuh? Banyak istilah yang tak kutahu, banyak persamaan yang bikin mata tambah pusing. Alhasil pas ada peer sejumlah lima hanya bisa kerjakan 3 dan yang benar cuman 1. Yang bisa dikerjakan mengenai muatan formal, resonansi dan momen dipol. Yang benar cuman tentang muatan formal….. Gubrak…. Benar-benar "Body menipu wajah". Aku gak tahu apakah besok pas bahas konformasi dan steric akan sangat dalam sehingga mencapai persamaan Arhaenius segala? Gubrak….. Semangat! Semangat! Semangat!

Kayanya silabus KO harus diperbaiki  besok sepulang dari studi ini. Oh ya aku disuruh maju mengerjakan soal yang resonansi dan karena ‘keterbatasan bahasa" (sama agak gak pede gitu; ternyata pede tergantung jarak dari tanah kelahiran juga) aku mengerjakan tanpa berkata dan "say all using structure" ketika dosennya bertanya pun aku hanya menjawab dengan structure not a single word muncul dari mulutku. Hiiikkks ….. hikkssss jadi "mahasiswa baru" lagi deh.

Tapi kuliah "Basic Principles of Pharmacochemistry" kemarin lumayan , karena materi dan pola mengajar seperti yang aku terapkan saat mengajar Kimia Farmasi II kemarin dan aku agak berani ‘banyak bicara" karena samping kananku cewek cantik dari Swedia dan senyumnya itu loh, ga’ nguatin …… Tugasnya buat makalah untuk dua kali presentasi:  buat "obat baru" (3 mgg lagi) dan menelaah mengapa obat X ditarik dari peredaran serta dampak sosio-ekonominya (8 mgg lagi). Tugas pertama individual tugas kedua kelompok. Asyik, si Swedia ngajakin satu kelompok…….

Ah…. agak ringan perasaanku setelah menulis di blog ini Tapi jadi "hang" lagi ketika melihat matahari, teringat orbital yang sekarang bikin eneg, padahal dulu aku suka.

Apakah ini yang dinamakan “like dissolved like”?

Tuesday, September 5th, 2006

*******

Ha….ha….ha…

Aku (hampir) tidak bisa menahan ketawa saat kuliah Physical-Organic Chemistry tadi pagi. Aku masuk kelas, yang ngajar masih "terlihat" sangat muda dan ada asistennya yang "terlihat" lebih tua. Kali pertama masuk sang asisten kukira adalah sang dosen.

Dan semakin terkejut ketika saat melihat dia mengajar, koq seperti melihat rekaman aku mengajar ya (Cieee agak geer sedikit gapapa kan…?) Nyolot gitu loh………. Bahkan sama-sama menunjukkan kekaguman pada Linus Pauling (yang menerima dua nobel). Kayanya aku cerita Linus Pauling sekitar dua tahun silam saat ngajar protein? Yang diajar pun sama Structure and bonding (itu loh dari atom sampai ke sp1, sp2, sp3) dan reactivity (elektronegativitas dan kawan-kawan) serta ngasih peernya banyak harus dipresentasikan Jum’at dan ……….. kelompok.

Hiks…hiks..hiks jadi tahu perasaan mahasiwa.

Tapi aku jadi berpikir: "Apakah materi yang kuajarkan kepada mahasiwa S1 di USD terlalu berat karena bahan yang sama diajarkan padaku saat ini saat mengambil master di Belanda?" atau hari ini hanya sekadar "Kuliah Perdana" sehingga mengulang bahan untuk "penyetaraan"?

Kalau ternyata ini memang materi S2 di sini. Aku akan mengusulkan merombak bahan ajar Kimia Organik di USD. Dan aku salut sama rekan-rekan yang berhasil memahaminya. Dan aku minta maaf pada yang sulit untuk memahaminya di level S1. Dapat "A" bukan berarti paham kan? Oh ya, aku ketemu rekan yang cukup manis dan dia masuk tahun lalu dan sekarang mengulang karena dia merasa belum paham padahal sudah dapat "B". Wuih suatu sikap yang luar biasa…………… Aku mah sulit dan harus berusaha supaya tidak ngulang karena beasiswa dibatasi waktu …………..

Regards,

Laan van Kronenburg 431, 1183 AS Amstelveen, The Netherlands