Archive for April, 2006

Sudah Selesai

Thursday, April 27th, 2006

Tidak lebih dari 3 minggu yang lalu hingga sekarang, perkataan ini sering menjadi bahan renungan, karena diucapkan Yesus Kristus di kayu salib menandai "perjuangan"-nya dalam penebusan umat "sudah selesai".

"Sudah selesai" adalah kata yang sekarang terngiang-ngiang selalu di benakku karena diucapkan untuk menyatakan bahwa "semua sudah berakhir". Saat ini yang kuingat adalah kisah Yesus di Getsemane yang berdoa "Ya Bapa, jika cawan ini boleh lalu daripadaku (seperti itulah kira-kira bunyinya ……)"

Ya Bapa terima kasih, atas kisah indah yang kautuliskan sehingga harus kualami saat-saat ini dan sekali lagi terima kasih. Aku bersyukur meskipun hanya seumur jagung, kisah ini pasti akan selalu jadi kenangan meskipun sekarang kisah ini "sudah selesai", "semua sudah berakhir".

Dum vitant stulti vitia in contraria currunt.

 

Palem

Saturday, April 8th, 2006

Hari ini aku mau ke warnet dan lihat cewek-cewek berdandan rapi dan cantik membawa buku-buku tebal, sepertinya Madah Bakti. Aku jadi teringat, besok minggu Palem. Dua ribuan tahun lalu, Jesus dielu-elukan dengan daun palem dan teriakan "Hosana!". Namun gak sampai seminggu, mereka yang meng-elu-elukan dengan daun palem dan teriakan "Hosana!" bisa jadi orang yang sama yang teriak "Salibkan dia!". So kontradiktif!

Teringat aku akan kejadian-kejadian serupa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Saat pemilihan majelis gereja, ketua lingkungan, pengurus komisi dll. kita betul-betul dukung dan memuji serta membesarkan semangat orang-orang yang "dikorbankan". Ketika orang tersebut "jadi", ditinggal dengan kesibukan masing-masing dan kalau ada masalah "dikutuk, dibicarain dibelakang, di….. dll". So, dimana kita ketika dibutuhkan sebagai solusi?

Memang mudah mengelu-elukan pribadi yang akan dikorbankan.

Apa lagi ya ……. maaf kehabisan ide. Selamat Minggu Palem dan Persiapan Paskah.

Kangen …. *******

Saturday, April 1st, 2006

Ketika menginjakkan kaki di magelang, setiap langkah adalah nostalgia. Dan saat paling "berat" adalah pulang. Heran, meskipun hp sudah bunyi-bunyi sms dari "rumah" tetap "rasa berat" itu ada.

Kangen ……. *******. Suatu kode khusus dari layar sms yang muncul berkali-kali. "*******" katanya sih mengikuti cerita legenda motif batik taruntum. Ceritanya kurang lebih demikian: Saat itu masih di Yogyakarta zaman sultan HB ke ?? (aku lupa). Sultan hobinya berburu dan memiliki selir-selir yang relatif lebih muda dan menarik. Permaisuri sudah lama tidak "dihampiri" oleh Sang Sultan. Dalam mengisi kekosongan akibat kesepian, Permaisuri menciptakan motif batik tarumtum: latar belakang hitam dengan pola bintang berwarna emas, yang artinya kurang lebih demikian: malam-malamku hanya ditemani langit kelam berhiaskan bintang. Alkisah, Sultan terpesona oleh motif tersebut kemudian menemani tiap malam saat penyelesaian motif dan menjadikannya motif "nasional". Dan malam-malam sang Permaisuripun tidak lagi hanya ditemani langit kelam berhiaskan bintang. Cerita selengkapnya dapat didengarkan di museum Ullen Sentalu, Kaliurang Yogyakarta. Tempatnya keren lho!

Aku menuliskan ini untuk karena aku ******* pada seseorang yang mengirimkan ******* kepadaku. Meski aku tahu ini akan cukup lama sampai kepadanya ……………………………

Miss you so much, meine Sieben.