Tempat yang belum pernah kudatangi
Tuesday, March 28th, 2006Kemarin ketika aku menginjakkan kaki ke tempat di mana aku setiap hari "biasanya" ada, aku menemukan sesuatu yang tidak ‘biasa" dan membuatku merasa "luar biasa".
Sebuah amplop mungil merah jambu terletak di meja kerja dan perlahan-lahan kubuka dan kudapati ada secarik kertas dan mulai kubaca:
"En, besok kamis libur kan? Jalan yuk ke tempat yang belum pernah kau datangi. Miss you so much!"
Saat itu aku terus sedikit merenung (atau "termenung", suatu kata lain dari: melamun): Tempat yang belum pernah kudatangi? Anganku membawa menuju tempat-tempat yang ingin kudatangi bersama si penulis surat, misal: Kraton Boko saat matahari hampir tenggelam dan tidak mendung, dll (bukan tempatya yang penting, tapi suasana romantisnya yang dicari…..)
Namun tiba-tiba aku diingatkan oleh suara berdentang di laboratorium di sebelah ruang kerjaku. Spontan aku keluar dan menemukan pecahan gelas beker yang berserakan dan sambil tersenyum kusampaikan kepada "yang bertanggung jawab", "Hati-hati, gelas bisa dibeli namun kalau ceroboh bahaya lain di lab bisa membuatmu celaka". Lalu aku masuk kantor lagi dan sedikit terpana dengan kata-kataku tadi: hati.
Aku baru sadar bahwa ada tempat yang mungkin belum pernah kudatangi bersama si penulis surat: hatiku dan hatinya.