Pindahan ….

August 5th, 2008 by enade

Blog dosen gila pindah ke sini. Dibuka lapak baru juga tentang rancangan obat, silakan klik di sini.

Blog dosen gila hidup lagi …

January 18th, 2008 by enade

Saudara.. saudara .. setelah sempat jarang sekali di-update. Blog dosen gila dibangkitkan lagi dengan settingan yang berbeda dan lebih cerah … silakan kunjungi www.dosengila.blogspot.com …. Enjoy!

Tahun baru 2008

January 1st, 2008 by enade

He… dah 1 Januari 2008?

Selamat Tahun Baru 2008 buat semuanya .. semoga semua harapan cita dan cinta yang dikehendaki selaras dengan yang dikehendakiNya …

Surat kepada Seta (www.dosengila.blogspot.com)

November 2nd, 2007 by enade

Oke. Fijn! Aku memang keterlaluan. Nou en? (bahasa inggrisnya adalah: so what?). Ya, memang pernah aku berjuang mati-matian namun tidak ada yang menghargai, malah kemudian dicaci-maki. Pernah pula berjuang sampai "kehabisan keringat dan darah" dan yang diberi kredit adalah orang lain. That’s life. Itu biasa "Jendral"! Terus kenapa dong aku marah-marah? Ya iyalah! Kau terus-terusan menanyakan kenapa aku marah-marah yang artinya kau tidak tahu juga kenapa aku marah-marah.

Oke, fijn! Aku beritahu kenapa aku marah-marah. Jawabnya adalah aku ini memang keterlaluan! Aku tidak mengerti perasaan wanita. Memang sih, selain kamu yang sok mengerti perasaan wanita, dah banyak wanita yang omong tentang itu. So? Aku salah memang aku salah. Nou en?

Satu lagi yang buat aku marah-marah adalah: aku ini egois kurang kerjaan dan tidak peduli ama anak-istri! Kenapa aku omong begitu: satu indikasi adalah aku menerima tawaran untuk memperpanjang "kehidupan aneh" ini hingga 4 tahun ke depan! Bagaimana mungkin mengesampingkan anak istri demi sesuatu yang tidak pasti? Btw, emang apa sih yang kucari sampai rela "menderita" begini. Hmppfff … Aku masih (atau sudah) 28 tahun. Itukah usia dimana kita harus memilih? Bisakah diputar kembali? Oh ya..ya…. sudah banyak orang yang aku kecewakan dalam usia 28 ini dan (ini berarti akan lebih banyak lagi atau) aku akan mencoba untuk mengerti orang lain. Tapi? Dimana sih hatiku? Teganya memilih untuk "menderita" dan juga membuat anak istriku jauh disana tanpa kudampingi. Apakah ini akan berdampak pada perkemabangan psikologisnya? Cukup ..sudah cukup. Aku tahu kau akan bilang, "ada Tuhan En, kau masih percaya Tuhan kan?" Dan jawabku cuma, "Amin."

Oke, fijn! Aku ngantuk. Aku mau tidur! Jangan ganggu aku.

Laan van Kronenburg 431, 11 November 2007, 20:28. Saat kesepian tiada teman diajak berbagi baik suka maupun duka, situasi yang mungkin akan berlanjut hingga 4 tahun ke depan. God, help me please.

Kemarin …

October 20th, 2007 by enade

Capek ….. Gak tahu mau nulis apa lagi. Otak dah capek mata lelah dan bahan makanan di kulkas sudah menipis. Hmm..hm.. ingat dah lama gak nulis di blog ini. Mungkin tidak sampai satu bulan aku kembali makan sate kambing dan tongseng kepala di depan Casa Grande. Yup untuk itu aku harus "membayar" dengan lembur-lembur karena setidaknya ada 4 kerjaan pokok sebelum melenggang ke Schiphol:

1. Laporan minor project (draft lengkap harus masuk senin besok). Dead line 2 November.

2. Koreksi paper tugas Scientific Writing besok tgl 26 Okt.

3. Presentasi akhir minor project 31 Oktober.

4. Prepare dan diskusi "Content dan Introduction" untuk Literature Study yang dimulai tanggal 5 November.

Wuih…

Binguuuuung ….

April 19th, 2007 by enade

Masih terkait dengan postingan sebelumnya yang berjudul "the team". Baru saja aku diskusi mengenai projectku dengan supervisor yang aku "tinggalkan". Setelah diskusi usai dia bertanya rencana masa depan nanti setelah menyelesaikan master. Aku jawab, "jikalau mungkin ya saya tertarik untuk melanjutkan ke PhD tapi tidak jauh dari keluarga". Wuaaa … si supervisor tercinta ini menawari daku untuk melanjutkan S3 di groupnya dan tetap bergabung di "the team" menangani semua data yang ada dan akan ada di Department Medicinal Chemistry untuk di-QSAR. Wuaaa… jadi bingung. Pengennya pulang dan menikmati hidup bersama istri tercinta dan mahasiswa2 yang imut-imut namun mendapat tawaran menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Dasar "orang sableng", karena ditawari maka aku mengajukan permintaan yang cukup "tinggi": diizinkan mengerjakan penelitian untuk s3 tersebut di Indonesia dengan sistem sandwich karena dengan kimia komputasi kan pada prinsipnya aku bisa mengerjakan dimana saja di era internet ini. Dia agak keberatan karena aku akan kehilangan meeting-meeting yang berharga dan agak berat diongkos. Namun dia akan mengusahakan. Opsi kedua: Kita mencari beasiswa dari Nuffic dengan support penuh dari dia sehingga join scholarship dengan tambahan dari VU namun tetap dengan sistem sandwich yang artinya aku tidak perlu fulltime di Belanda. Dia berpikir dan tertarik dengan ini namun butuh waktu. Opsi ketiga: Fulltime di Belanda tapi aku meminta salary yang cukup untuk mengajak istri dan pulang ke Indonesia setidaknya sekali dalam satu tahun selama lebih dari 2 bulan. Opsi ke-4: gak ada, alias pulang saja menikmati hidup di Indonesia.

Kita lihat saja nanti. Syukur kepada Allah.

Salam,

 

The Team

April 11th, 2007 by enade

Wuiiihhh, setelah enam bulan akhirnya www.dosengila.blogspot.com aku update, meskipun belum sempurna. Namun outline cerita panjang sudah disiapkan. Tunggu saja tanggal mainnya

Btw, kemarin akhirnya aku diskusi untuk "mengakhiri" penelitian dan beralih ke lab computational medicinal chemistry and toxicology. Supervisorku sepertinya agak kecewa, tapi mungkin itu hanya perasaanku saja. Bisa jadi dalam hatinya dia bersorak-sorak he..he..he.. Rencananya sih, aku penelitian utuh di lab design and synthesis selama 10 bulan (curi start November, mulai formal Desember), major 7 bulan dan extended major 3 bulan. Melihat "gejala" yang terjadi, sepertinya aku merasa jadi tukang QSAR, hanya menganalisis data dan mengusulkan senyawa.

Sebenarnya lumayan sih, sudah ada manuscript article yang akan disubmit (rencananya) ke J. Med. Chem., dan aku diberi fasilitas komputer dengan kekuatan yang luar biasa (sepertinya 100 kali lipat daripada komputer di ruang kerjaku di USD, yang tercepat pada saat itu) dan software yang sangat powerful bisa melakukan conformational analysis dan menyediakan perhitungan lebih dari 250 sifat fisikokimia dari senyawa yang dapat digunakan sebagai descriptors dalam QSAR. Sayangnya aku bosan jadi tukang QSAR, karena aku hanya melakukan penelitian seperti di Indonesia, bahkan mungkin bisa dikatakan sama. Analoginya mungkin demikian: di Indonesia aku jadi kernet bus, di Belanda aku jadi petugas check in di bandara. Kelebihan di sini antara lain adalah fasilitas yang tangguh, inhouse database yang up to date dan sangat mungkin melakukan external validation. Namun, orang lain yang lebih ahli yang mensintesis senyawa untuk external validation. Dan juga orang lain pula yang melakukan uji aktivitasnya. Suatu keuntungan karena aku bisa mencicipi teknologi tersebut, dan suatu kerugian karena aku mungkin hanya bisa bermimpi melanjutkan penelitian tersebut di Indonesia.

Ada dua alasan utama aku memilih pindah, pragmatis dan emosional (koq tidak ada yang rasional ya?).

Alasan pragmatis aku memilih pindah ke lab computational medicinal chemistry and toxicology untuk mengerjakan minor-ku instead of extended major adalah di lab tersebut aku (semoga) mempelajari hal baru dengan aplikasi-aplikasi gratisan. Aku berharap tetap bisa melanjutkan riset yang hanya 3 bulan nanti di Indonesia.

Kontrak keja my on-site supervisor yang selalu ada di sisiku saat melakukan riset, berakhir 1 July 2007 dan tidak diperpanjang lagi merupakan alasan emosional kepindahanku. Beliau sangat membantu dari hari ke hari, sangat tegas namun pengertian. Aku merasa juga merasa sedih dan kecewa mendengar keputusan dia tidak diperpanjang lagi.

Sesuai perhitunganku, saat itu aku sudah 7 bulan dan bisa dihitung sebagai major research project. Tujuh bulan di research group tersebut cukup membuat aku diizinkan nampang di http://www.few.vu.nl/~ideesch/team.html he..he..he..

Sudah ah…. ngantuk … Oh ya, ada sms dari rekan kerja yang juga kuliah di Belanda tepatnya di Groningen, mengatakan bahwa beliau pamit pulang ke Indo sebentar untuk kepentingan keluarga. Semoga Tuhan memberkati dan melancarkan semuanya.

Salam, Enade

Secara enam bulan sudah terlewati …

March 7th, 2007 by enade

Wuiiihhhh, dah lama banget gak update blog ini, juga di dosengila.blogspot.com.  Sibuk banget setelah masuk lab …..

Ya, gak terasa enam bulan kuliah di Belanda sudah terlewati . Sudah lulus 5 mata kuliah (total 27 cp) dan sudah 3 bln dari 7-10 bln research project dilaksanakan (kalau ikut dihitung sekitar 18 cp; total 45 cp; masih kurang sekitar 75 cp lagi). Sepertinya ritme tubuhku sudah mulai menyesuaikan diri dengan ritme studi ini. Syukur kepada Allah.

Namun saat ini mulai muncul rasa kangen yang hampir tak tertahankan lagi untuk pulang. Apalagi besok minggu, mBa’ Maya (teman kuliah di Vu yang kerja di POM) sudah selesai dan pulang ke Indo. Kalau lihat berita dari CNN ttg Indo maupun dari liputan6.com, rasanya selalu pilu secara musibah bertubi-tubi menimpa bangsaku tercinta.

Tadi dapat kabar kalau on site supervisor-ku akan keluar dari VU July mendatang, tambah pilu lagi deh. Kemudian aku merenung, Agustus 2007 nanti aku harus mulai dengan equilibrium baru deh. Teman-teman akrab dari Indo dah pada balik, termasuk Romo Sunu. Semakin sepi dan sendiri.

Tuhan, beri aku kekuatan dan semoga studi ini lancar dan aku bisa segera bertemu dengan orang-orang yang kucintai.

Bulan purnama yang kulihat saat ini, adalah purnama yang sama yang dilihat olehmu disana. Gerhana yang sama pula yang dilihat olehmu disana. Gerhana itu telah lalu. Gerhana lain akan datang. Entah kapan aku bisa memandangmu lagi …

Setia

January 8th, 2007 by enade

Pemenang Lomba Puisi Ikastara (http://www.ikastara.org/forums/showthread.php?t=2185)
oleh : Henri Djoko/DSS
========================================

Katakan dengan sederhana

apa yang kau tahu tentang setia?

Setia adalah

saat Bunda memeluk putra

melahirkan dan melihatnya tumbuh

tertawa dan menangis bahagia

menyuapi dan membuatnya mengerti

untuk kemudian dengan bangga

melepaskannya pergi

Setia adalah

doa ayah dan pelukan hangatnya

tetesan peluh dan airmata

yang tak sempat tumpah

menyisakan senyum & binar kebanggaan

saat mengantarkan ke gerbang

melepas putra berangkat ke medan laga

Setia adalah

saat kucium keningmu

kurapikan baju dan menyisir rambutmu

dan pelukan rindu yang tak berawal

tak kenal ujungnya

Serta bisikan lembut di telinga,

"Pergilah, kekasih dan kutitipkan percaya

kubekali doa dalam kantung harapan & cinta

menunggu saat kau kembali nanti

pulanglah utuh

demi cinta yang patut diperjuangkan

Setia adalah

saat hening memeluk kelam

saat awan memeluk matahari

saat akar memeluk ibunya

saat bunga menggugurkan kelopak keindahannya

untuk siapkan munculnya buah

Setia adalah

perbuatan nyata

ungkapan syukur yang terbukti

keikhlasan tanpa cela

sabar dalam doa-doa yang tak lagi memaksa

jiwa yang tanpa kata-kata

yang memberi dan hanya memberi

Natal ke-7

December 24th, 2006 by enade

Pagi ini aku terbangun dengan dua peristiwa penting: Menerima pesan tersirat tentang seorang yang pamitan dari hatiku dan menerima pesan dari "cahaya" yang menerpa wajahku, cahaya yang membisikkan sesuatu.

Hatiku masih berdebar saat akan ditinggal pergi. Namun dari bisikan sang "Cahaya" aku melihat bahwa ini mungkin suatu langkah menuju pendewasaan. Seorang "anak" yang mulai belajar untuk mengerti akan mencintai, bukan hanya "ingin dicintai". Sungguh suatu hal yang kontras namun tidak disadari.

Ketika kita (kita? aku kali? he..he..he…) mencintai (cinta dalam hal ini mungkin "eros"), ada dua hal halus yang seperti keluar dari diriku: ingin dimengerti bahwa aku mencintai dan ingin dibalas cintanya. Ketika cinta itu berbalas, sungguh senang. Lalu, mulai "ketagihan" rasa senang karena dimengerti dan cinta terbalas. Selanjutnya adalah melupakan saat-saat dan rasa senang "mencintai". Dan berakhir kembali ke fokus pada kesenangan diri. Dan ketika kembali ke fokus di diri sendiri yang tersisa adalah ratap tangis dan kertak gigi.

Hatiku seperti meronta saat ada yang pamitan untuk pergi dari hatiku. Namun aku sampaikan pada hatiku, "Cinta dan memiliki adalah hal yang berbeda. Biarlah dia bukan lagi jadi miliki kita, tapi dia tidak akan pernah bisa menghalangi kita mencintainya. Biarkan dia pergi dengan damai." Hatiku kemudian menjawab, "Namun dia sepertinya punya masalah karena dia menyampaikan  banyak hal yang tidak kita ketahui darinya." Lalu kujawab, "Wahai hatiku, kita sudah mengenalnya dengan cukup dalam, dia tinggal bersama kita sudah sukup lama, lebih dari dua belas purnama. Aku percaya dia akan bahagia. Dan dengan percaya adalah sebuah doa. Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya." Lalu kudapati hatiku sedikit lebih tenang.

Terang sudah datang. Terang yang datang karena kasih Allah. Firman yang menjadi daging. Kasih dan rendah hati. Bersyukur dan sabar. Bertahan dalam kegelapan dalam arti lebih memilih dendam daripada kasih, lebih memilih tinggi hati daripada rendah hati, lebih memilih serakah daripada syukur, lebih memilih tidak sabar daripada sabar, atau datang dan tinggal dalam terang, dimana damai sejahtera senantiasa. Tinggal dalam terang dan hidup dalam kerajaan surga di dunia.

Aku masih belajar. Dan sering lebih memilih tinggal dalam gelap karena dalam gelap, perbuatan kita tidak kentara ….. ingin datang menuju terang namun cahaya terang kadang menyilaukan dan aku belum cukup rendah hati untuk menutup mata dan membiarkan hatiku yang tidak silau oleh cahaya itu berjalan menuntunku.

Selamat Natal 2006.

Dan kepada semua yang mengenal meine Sieben, sampaikan padanya bahwa tujuh selalu ada diantara enam dan delapan, dimana pun tujuh berada. Kepada Sieben: "Sekali lagi, selamat jalan terima kasih."

Laan van Kronenburg 431, 24 December 2006